Tari Bali dan Budaya Modern

Author : Adam Ganefin

Minggu kemarin saya melihat pementasan tari bali di Taman Ismail Marzuki, awalnya saya kira pementasan itu tebatas tidak untuk umum. Karena rasa penasaran terhadap tari bali, saya nekat masuk melewati penjagaan ketat satpam, sebelum masuk semua pengunjung diperiksa kesehatannya karena jaga-jaga ada yang terjangkit virus yang lagi viral didunia, corona. Setelah melewati penjagaan ketat saya bersyukur karena pementasan ini untuk umum dan saya tidak mengeluarkan sepeser rupiah pun haha

Saya ingin bercerita sedikit tentang tari bali.

Tari bali ini unik banget, kalo diperhatiin detailnya, setiap gerakan dilakukan dengan ekspresi penuh. Keindahan tari bali bisa lihat dari gerakan-gerakan yang abstrak dan cantik. Gerakan tari bali sebagian besar bermakna religius. Kalo dibali, calon-calon penari di ajari tarian ini sejak anak-anak bahkan saat masih didalam Rahim pun mereka sudah dimainkan musik bali guna terbiasa saat sudah remaja. Dan saat belum bisa berjalanpun tangannya calon penari ini sudah dibiasakan menari. Bukan hanya tarinya saja yang unik, musik pengiringnya juga menghasilkan ritme yang membuat gerakan dan musik menjadi satu kesatuan yang utuh. Saya sangat kagum dengan mereka yang konsisten mempelajari tari bali, karena apabila ingin menguasai tarian ini, maka seseorang harus melatih kesabarannya, perilakunya, kejujurannya, rendah hati dan tidak boleh egois.

Karena tari bali, Indonesia dijuluki ‘pusat kesenian dan budaya modern’ sama seniman-seniman dari luar negeri. Jadi ceritanya dulu, ada seniman asal prancis (saya lupa namanya) resah sama kesenian dunia yang gitu-gitu aja gak ada perkembangan. Akhirnya dia memutuskan untuk keliling dunia, mencari tau tentang perkembang seni dan budaya dan mencari tentang kesenian yang bisa dijadikan study baru. Setelah dia keliling negara-negara di dunia ternyata tidak menemukan apa yang dia cari. Karena tidak menemukan apa-apa akhirnya dia kembali ke prancis, setelah di prancis dia gak sengaja melihat pementasan tari bali. Selesai nonton dia berpikir ‘wah ini yang gua cari’. Saking uniknya tari bali.

Dia salah satu seniman senior di prancis dan punya beberapa anak didik, karena kebiasan guru dan anak didik di kesenian itu selalu berbagi tentang keresahan atau ide baru, maka dia membagikan keresahannya dan jawaban atas keresahannya, tari bali. Karena anak didiknya ini tidak percaya apa kata gurunya itu, mereka memutuskan untuk membuktikan temuan guru nya. Anak didik ini pergi ke bali untuk meyaksikan langsung tari bali. Setelah di bali dan melihat langsung tarian itu, dia meng-iyakan perkataan gurunya. Yang di salutin sama mereka itu gerakan tari bali yang unik, ketika tangan gerak ke atas, kepala gerak ke kanan sementara mata gerak ke kiri, dan semua itu dilakukan ekspresi penuh. Dan itu menjadi study mereka.

Dari cerita ini saya ingin menyampaikan, kalau negara kita itu pusat kesenian dan budaya modern, sangat amat disayangkan ketika kita lebih mengenal budaya barat dibanding budaya sendiri. Dewasa ini banyak sekali anak-anak muda yang lebih suka dengan tari modern barat daripada tari tradisional. Mereka meninggalkan budaya sendiri karena dianggap kampungan dan tidak modern. Apabila anak muda sekarang lebih suka budaya barat dibanding budayanya sendiri maka hal buruk yang akan terjadi adalah, hilangnya kebudayaan asli negara kita.

Tinggalkan komentar