Catatan Harian Investor Muda

Author : Investor Gabut

Masa muda adalah masa yang penuh energi, galau, dan kepo terhadap semua hal. Banyak energi membuat generasi muda merasa bebas menikmati hidup. Gen muda Sukanya bergaul, nongkrong, hepi hepi nothing to lose besok ya pikirin besok. Tapi, bagaimana dengan keuangan mereka ?

Seseorang bisa dikatakan muda sebelum usia mereka 30. Secara finansial, ini adalah masa transisi dimana mereka harus mulai mandiri dari orang tua mereka. Tapi ada beberapa dari mereka yang cukup beruntung sampai berada pada kondisi mendapat penghasilan sama dengan uang jajan, artinya. “ besok is besok, today is have fun”

Mereka mereka yang lebih beruntung inilah yang biasanya sukses menjadi trendsetter di pergaulan. Seakan mereka jadi “influencer” local di circle mereka sendiri. Mereka selalu membawa trend “shiny object” ke lingkungannya, pride is life.

Ada sebagian dari mereka yang biasa biasa saja, menjadi ingin ikut ikutan keren yang berakibat sedikit memaksakan kemampuan untuk terlihat keren. Berakibat golongan ini menjadi jatuh secara finansial seperti tidak ada savings atau bahkan terjebak kredit.

Lalu ada golongan lain, yang biasa biasa aja, tapi gamau chase the “shiny object” karena sadar dia gak mampu. Dia sadar, di usianya yang menuju 30 mungkin hidupnya masih belum banyak tanggungan, tapi akan menjadi banyak dengan segera karena mereka akan segera jadi generasi sandwich.

Loh apa tuh generasi sandwich? Ini generasi dengan beban terberat, dimana dia harus menanggung beban finansial keluarga kecilnya yang baru, dan menanggung orang tuanya yang tak akan selamanya produktif. Ketika gen muda tidak menyadari bahwa mereka akan menjadi gen sandwich, disana mereka akan terjerumus ke financial uncertainty.

Lalu, bagaimana supaya generasi muda bisa siap ketika mereka menjadi generasi sandwich ? ya, jawabannya sesuai dengan judul diatas, “menjadi investor”. Lalu apa sih investor yang dimaksud ? bukannya harus banyak duit dulu baru bisa investasi ?

Menurut Warren Buffet, “The best investment you can make is in yourself”, janganlah berhenti belajar apalagi di usia muda, carilah ilmu sebanyak mungkin. Nah semua orang muda juga banyak yang rajin belajar, tapi tetap “broke” secara finansial, berarti cari ilmu aja gak cukup dong ?

Kesulitan kaum muda yang kurang beruntung yang tidak mampu mengejar “shiny object” nya para trendsetter, adalah menahan diri dan menurunkan ego untuk tidak ikut ikutan hanya untuk sekedar dibilang “gaul dan keren”. Hal pertama yang dapat dilakukan oleh generasi ini adalah menurunkan gaya hidup dan menyisakan sebagian penghasilannya untuk investasi.

“Investasi itu banyak penipuan, nanti uangnya hilang”, says a lot of people that always chasing shiny object. Sedikit insight, “membeli sesuatu yang tidak esensial dalam hidup (untuk gaya) yang diskon 50%, artinya bukan kamu menghemat 50% dari harga barang, tapi kamu kehilangan 50% dari harga barang tersebut karena sebenarnya tidak perlu membeli”.

Generasi muda yang melek investasi ini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk sukses di masa masa “sandwich”nya. Tapi ada beberapa tekanan yang dihadapi terutama di circle nya sendiri. Menjadi tidak gaul karena tidak ikut trend, menjadi aneh dan dianggap pelit ketika sekitarnya membeli barang bagus saat terima penghasilan lebih tapi dia tidak ikut ikutan beli, dan semacamnya.

Trus apa dong investasi yang cocok buat orang orang muda ? instrument nya sendiri ada banyak, contohnya saja reksadana, obligasi, saham, P2P lending, emas, dan yang lagi hits sekarang ada cryptocurrency. Kepo dengan pembahasannya ? dibahas lain waktu ya, udahan dulu gabutnya.

Tinggalkan komentar