
Author : InvestorGabut
Halo kalian semua yang gabut mencari produktivitas, kembali lagi ke artikel gw si investor gabut yang gabut mau ngapain setelah Analisa market selesai. Sesuai judul kali ini, gw mau sedikit sharing tentang saham, terutama terkait apa sih sebenarnya saham itu, dari mana munculnya saham yang kemudian bisa menjadi suatu barang untuk investasi ?
Lalu apasih saham itu? Menurut KBBI, saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor; atau hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi dalam pemilikan dan pengawasan;
Pusing kan kalo penjelasan KBBI? Mari kita telaah dengan contoh kasus. Contoh perusahaan ABCD membutuhkan modal untuk akselerasi ekspansi bisnisnya. Ada beberapa cara bagi perusahaan tersebut mendapatkan mpdal, misalnya meminjam uang di bank, menerbitkan surat hutang, atau menjual sebagian saham(kepemilikan)nya demi mendapat tambahan modal. Kalau perusahaan ABCD ini berhutang di bank atau menerbitkan surat hutang, maka perusahaan jadi punya beban untuk membayar cicilan hutang tersebut. Namun kalau perusahaan ini memutuskan untuk melepas sebagian sahamnya untuk bisa dibeli oleh orang lain, maka si perusahaan tidak punya hutang apapun terhadap pihak manapun.
Lalu saham(kepemilikan) siapa yang dijual ? jawabnya adalah sebagian saham dari pemilik perusahaan. Contoh perusahaan ABCD dimiliki oleh 2 orang bapak bapak yang bersahabat, sebut saja bapak A dan bapak B. bapak bapak ini modalin perusahaan ABCD dengan porsi yang sama, sehingga kepemilikan bapak A dan bapak B terhadap perusahaan ABCD adalah 50% 50%. Misalnya, saat ini total kekayaan perusahaan ABCD 10 Milyard, artinya nilai kepemilikan si Bapak A dan B masing masing 5 Milyard. Kemudian modal yang 100% nya 10 Milyard tadi, dibagi menjadi Rp 100,- per lembar saham, dengan jumlah seluruh saham yang diterbitkan 100.000.000 lembar. Contohnya mereka butuh modal 2 milyard, maka mereka harus menjual 20.000.000 lembar sahamnya (20%) supaya kalau terjual semua mereka dapat uang 2 milyard untuk ekspansi bisnisnya.
Lalu apa yang membuat orang mau membeli saham perusahaan ABCD ? kok mau maunya beli sesuatu yang ga ada wujud nyatanya ? Nah, disini keunikan instrument saham ini. Misal ada investor, sebut saja investor C, punya uang 1 milyard dan bingung mau dikemanain uangnya, lalu dia lihat perusahaan ABCD membuka penawaran umum penjualan saham. Perusahaan ABCD akan menggunakan dana hasil penjualan saham untuk ekspansi bisnis. Setelah di Analisa prospek kedepannya, ternyata perusahaan ABCD ini dalam 5 tahun kedepan mampu menjadi sangat berkembang, di taksir dalam 5 tahun kedepan valuasi perusahaan nya bisa menjadi 50 Milyard (dari yang sekarang 10 Milyard). Lalu si investor C berpikir, jika dia beli dengan uang 1 milyard, dia akan dapat 10% kepemilikan perusahaan ABCD. Lalu jika kedepannya nanti perusahaan ABCD valuasi menjadi 50 milyard, maka 10% kepemilikannya dia akan bernilai 5 milyard, wow kesempatan emas mengubah uangnya naik menjadi 500% dalam 5 tahun, tanpa ikut menjalankan bisnis 😀
Jika dilihat dari sisi yang membeli saham, yang membuatnya menjadi tertarik untuk membeli diantaranya adalah prospek bisnis perusahaannya itu sendiri, lalu siapa yang mengelola perusahaannya, dan efek ekonomi makro kedepannya apakah berpengaruh atau tidak terhadap keberlangsungan sector bisnis perusahaan terkait.
Jika dilihat dari sisi yang menjual saham, meskipun mereka merelakan sebagian kepemilikannya, namun itu bisa menjadi bargain value dimana mereka tidak harus membayar cicilan hutang karena meminjam, yang menjadikan operasional mereka ringan cashflownya, dan harapannya setelah mendapatkan dana hasil penjualan saham dana tersebut digunakan untuk menaikkan valuasi perusahaan lebih tinggi lagi.
Nah mungkin itu dulu fundamental bagaimana saham bisa terbentuk. Lalu, kok ada istilah trading saham ? apa yang memengaruhi harga saham setelah dijual pertama kali? Perusahaan kan cuman jualan sekali aja ? itu dibahas lain waktu ya, udahan dulu gabutnya.
