
Author : Investor Gabut
Halo kalian semua yang lagi gabut, sama saya juga, makanya malah nulis artikel ini. kalau dilihat dari judul artikel kali ini pasti agak bingung ya, karena Panjang tapi kurang jelas. Tapi di judul tersebut sebenarnya mengandung makna tersirat yang powerful mengenai dana darurat. Yuk isi kegabutan kalian dengan membaca artikel ini sampai habis
Dana darurat, apasih dana darurat itu? Menurut Investor Gabut, dana darurat adalah sejumlah uang atau material lain yang disimpan dan akan baru akan dipakai sewaktu waktu terjadi keadaan darurat. Ya dengan kata lain bisa dibilang dana jaga jaga kalau tiba tiba terjadi sesuatu diluar rencana kita. Dana darurat ini penting dalam pengaturan keuangan seseorang, kenapa? Mari kita bahas lebih lanjut
Pada dasarnya setiap individu pasti tidak senang dengan ketidak amanan, termasuk dalam ketidak amanan secara finansial. Namun sering kali kita lupa menyisihkan Sebagian pemasukan kita untuk berjaga jaga supaya bisa lebih aman di masa depan yang tidak akan pernah pasti, bahkan kasus terparah adalah dimana pengeluaran menjadi lebih banyak dari pemasukan karena kemudahan fasilitas kredit konsumtif yang menjamur. Ketika kita mengajukan suatu kredit konsumtif yang diasumsikan bisa membayar dengan lancar, sebenarnya kita melupakan risiko akan satu hal, yaitu ketidakpastian masa depan.
Sederhananya, orang yang sudah mampu untuk mengkredit suatu barang yang tidak terlalu dia butuhkan sebenarnya mampu untuk menyisihkan dana darurat untuk dirinya. Dibutuhkan kesadaran dan control diri yang baik dalam mengelola keuangan agar dapat bertahan dimasa masa krisis. Lalu berapa sih jumlah dana darurat yang dimaksud ? disini Investor Gabut membagi menjadi 3 bagian berdasarkan beberapa pengalaman sekitar:
- Dana darurat = 3x dari biaya hidup perbulan. Golongan yang punya dana darurat segini idealnya adalah untuk yang masih menanggung perut sendiri, dan mempunyai keahlian khusus dalam dirinya yang keahliannya tersebut bisa membuatnya cepat mendapatkan penghasilan apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan penghasilan saat ini. Biasanya keahlian khusus ini adalah pekerjaan pekerjaan yang tidak repetitif dan tidak mudah digantikan oleh lain.
- Dana darurat = 6x dari biaya hidup perbulan. Golongan yang punya dana darurat segini idealnya adalah yang masih menanggung perut sendiri, namun mempunyai keahlian biasa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapat penghasilan baru apabila seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan pada penghasilan sebelumnya. Keahlian yang dimiliki biasanya adalah pekerjaan yang monoton dan berulang ulang sehingga mudah digantikan oleh siapapun.
- Dana darurat = 12x dari biaya hidup perbulan. Golongan ini idealnya adalah untuk yang sudah punya keluarga kecil, yang keputusan finansialnya sudah cenderung terbatas karena sudah tidak direkomendasikan mengambil resiko terlalu besar.
Dari mana dasar klasifikasi itu? Kenapa indikatornya adalah biaya hidup perbulan ? mari kita berkaca dari kasus virus COVID-19 yang sedang melanda kita semua saat ini. efek dari krisis ini yang paling terasa adalah bagi yang memiliki pekerjaan monoton dan repetitif. Karena merekalah yang paling rentan untuk kehilangan pekerjaan sehubungan dengan menurunnya jumlah konsumen yang harus dilayani oleh tempat kerjanya. Karena golongan ini yang lebih dulu terdampak, tentu golongan ini membutuhkan lebih banyak simpanan dana dibanding yang terdampak belakangan. Lain halnya dengan yang golongan punya keahliah khusus seperti tenaga ahli yang masih tetap dipertahankan oleh tempat kerjanya karena tetap masih dibutuhkan.
Bagi yang sudah berkeluarga dan terdampak oleh krisis saat ini tentu diperlukan keamanan finansial yang lebih yang harus diberikan ke keluarganya, apabila ingin sehat secara psikologi untuk mencari penghasilan baru. Lalu kenapa indikatornya biaya hidup? Karena masing masing orang punya cara hidupnya sendiri. Biaya hidup yang dimaksud disini adalah standar hidup yang cukup nyaman, tapi tidak berfoya foya. Minimal cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan, serta budget untuk tetap “stay sane” (hiburan mental). Merasa kesulitan mengumpulkan dana darurat dan malah mencicil konsumtif ? disitulah control dirimu diuji, bagaimana caranya harus menurunkan standard hidup agar biaya hidup lebih kecil dari pada penghasilan, sehingga sisanya bisa disisihkan demi dana darurat untuk kebutuhan jaga jaga masa depan yang tidak pernah pasti.
Seperti kata judul, dana darurat adalah dana yang tidak bergerak, tapi akan menggerakkan disaat ekonomi sedang melambat bahkan tidak bergerak. Sisihkanlah penghasilanmu untuk dana darurat ini agar kehidupan akan lebih stabil secara finansial, dan tidak memicu masalah masalah lainnya. Semoga sehat selalu dan semoga dana darurat para pembaca disini masih cukup untuk mengatasi krisis wabah COVID 19 saat ini. sehat selalu dan semoga krisis ini cepat pulih Kembali. Terima kasih udah mau baca artikel ini disaat gabut. Udah dulu gabutnya, kapan kapan lanjut lagi.
