Teori Ekonomi dalam Mobile legends

Author : Investor Bucin

Dalam permainan Mobile Legend yang mungkin terlihat hanya sekedar game, sebenarnya terdapat
prinsip-prinsip ekonomi yang kuat dan dipraktikan dalam sekian aturan permainnya. Kali ini, Ekonom
Galau – sebagai seorang pemain biasa-biasa saja dalam Mobile Legend, berusaha menganalisis 5 prinsip
ekonomi yang terdapat di dalamnya:

  • Resource Management

Hal yang cukup mengagetkan di awal mempelajari permainan ini adalah pentingnya farming.
Farming dengan cara membunuh creep/monster yang tersebar di dalam hutan ternyata
memberikan pengaruh yang dapat menentukan kemenangan game, karena farming dapat
memberikan uang dan meningkatkan level pemain. Masalahnya, jumlah creep di hutan ini
terbatas, dan sudah terbagi rata dalam daerah kita serta daerah musuh. Setelah dibunuh, creep
dapat melakukan regenerasi setelah sekian periode waktu. Salah satu kunci kemenangan adalah
dengan merebut creep di daerah musuh, yang pada esensinya adalah mencuri sumber daya
musuh agar memperkaya diri sendiri!

Dan bukankah ini adalah prinsip yang sama seperti yang dilakukan para colonial terdahulu, yang rela melaut sekian jauhnya sampai ke Indonesia dan ‘mengambil’ sumber daya alam kita, rempah-rempah dan emas, untuk memperkaya diri mereka sendiri?

Pasarnya, farming mengilustrasikan masalah utama dalam ekonomi: sumber daya yang terbatas, menghadapi ketamakan manusia yang tidak terbatas.

  • Investment in Technology

Setelah farming, uang yang dikumpulkan dapat digunakan untuk membeli equipment – peralatan yang dapat meningkatkan kemampuan hero kita. Semakin banyak alat yang kita miliki, dengan spesifikasi yang sesuai, dapat memberikan perbedaan yang sangat signifikan dalam membunuh musuh. Ini juga mengilustrasikan pentingnya investasi dalam teknologi/mesin yang kita gunakan. Buktinya, ekonomi dunia pun melesat secara signifikan setelah ada revolusi industri dan banyak teknologi yang menemukan alat-alat yang memudahkan hidup secara signifikan kan?

  • Investment in Human Capital

Selain investasi dalam teknologi atau alat yang digunakan, terdapat juga investasi dalam bentuk pendidikan/skill. Yap. Pernah memerhatikan bedanya newbie dan pemain yang sudah pro? Newbie banyak yang belum tahu aturan-aturan utama dalam Mobile Legend, seperti pembagian lane sesuai jenis hero, atau mengetahui kemampuan hero yang digunakan musuh, atau mengerti konsep pentingnya farming dan pembagian tugas tiap pemain. Selain pengetahuan itu, terdapat juga investasi skill yang didapatkan dari sering bermain atau latihan dengan menggunakan hero tertentu. Sama seperti yang sudah banyak orang tahu, bahwa untuk sukses maka perlu investasi diri sendiri dengan meningkatkan kapabilitas baik dari pendidikan ataupun skill yang dimiliki. Ini menunjukkan, bahkan dalam game sekalipun, betapa pentingnya meningkatkan kapasitas diri dengan cara belajar dan terus-menerus melatih diri sendiri!

  • Divison of Labor

Pernah dengar salah satu teori ekonomi paling terkenal yang diusung oleh Adam Smith, ‘division of labor’? dimana intinya adalah suatu pekerjaan akan lebih efektif apabila tiap-tiap orang mengerjakan bagian yang sesuai keahliannya. Misal, dalam pabrik sepatu, daripada semua orang membuat sepatu dari awal sampai akhir, akan lebih efisien apabila ada pembagian tugas/peran dimana ada yang mempersiapkan pola, ada yang membuat sol, dll dan nantinya semua tugas yang sudah dibagi itu akan dijahit menjadi suatu produk yang utuh. Sama juga dengan Mobile Legend, terdapat pembagian antara jenis hero, yang seharusnya ditentukan berdasarkan keahlian setiap player. Tetapi juga ada masalah asymmetric information, yaitu tidak adanya pengetahuan yang sempurna antara sesama pemain – apakah pemain ini memang jagonya menggunakan marksman, atau jangan-jangan kita yang lebih jago? – yang sering terjadi etika bermain dengan orang yang tidak dikenal. Sedangkan apabila kita bermain Bersama teman yang sudah kita kenal baik, kita cenderung lebih tahu tentang keahlian tiap-tiap orang, sehingga masalah asymmetric information ini dapat dikurangi.

  • Capitalism

Prinsip terakhir dan paling penting adalah kapitalisme dalam game ini. Yang berhasil mengumpulkan uang lebih banyak (baik dari farming atau membunuh lawan) dapat memiliki keuntungan yang lebih besar, membeli alat yang lebih baik, serta unggul dalam permainan. Namun juga, dalam satu tim yang sama, akan sulit untuk satu orang pemain mendapatkan kekayaan maksimal apabila teman setimnya tidak mengalah. Seringkali terjadi rebutan buff dari farming, atau tank yang tidak mau membeli item roam, padahal roam dapat membantu core player dalam mengakumulasi kekayaan. Pasalnya, untuk membantu core player memiliki kekayaan yang unggul, biasanya harus ada yang mau mengalah – misal dengan menjadi tank atau support yang tidak melakukan farming – yang menunjukkan adanya kesenjangan dalam tim, munculnya kasta-kasta sosial antara the have dan the have nots (atau dalam Bahasa Mobile Legend, ‘gendong dan digendong’). Untuk dapat menang dengan akumulasi kekayaan dan menerapkan kapitalisme, harus ada sistem sosial yang mendukungnya, yang jelas indikasi adanya kesenjangan. Sama seperti ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat saat ini yang cenderung menganut kapitalis, dengan angka kesenjangan yang cukup signifikan.

Kapitalisme pada akhirnya menunjukkan bahwa mereka yang memiliki akumulasi kekayaan lebih besar akan lebih mudah mendapatkan ‘kesuksesan’ – dan tidak usah jauh-jauh menganalisis ke dalam seluk beluk aturan game! Mereka yang memiliki uang lebih untuk bisa membeli diamond dan mengumpulkan banyak hero hebat juga memiliki probabilitas lebih tinggi untuk unggul dalam game ini, dibanding mereka yang kere tidak mampu beli hero hebat dan harus bersabar sedikit demi sedikit menabung battle points sekian lamanya untuk dapat membeli hero baru

Tinggalkan komentar